Postingan

Menampilkan postingan dengan label OPM Papua

Abaikan Ancaman Jubir OPM, Pangdam Tegaskan Sinergi TNI-Polri Jamin Keamanan HUT ke-81 RI di Papua

Gambar
  JAYAPURA, Papua  – Aparat keamanan memastikan rangkaian peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia  di Papua tetap berlangsung dengan aman dan kondusif. Ancaman yang disampaikan juru bicara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak menyurutkan kesiapan  TNI dan Polri  dalam mengamankan berbagai kegiatan masyarakat menjelang peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang  menegaskan bahwa TNI dan Polri telah membangun sinergi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI berjalan dengan baik. Pengamanan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di masing-masing wilayah Papua. TNI-Polri Tidak Terpengaruh Ancaman Ancaman yang disampaikan pihak OPM tidak menjadi alasan bagi aparat untuk mengurangi kesiapsiagaan. Sebaliknya, TNI dan Polri terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. P...

Sejarah Tercipta, Dua Komandan Batalyon OPM dan 35 Anggota Kembali ke Pangkuan NKRI, Bukti Pendekatan Humanis Pemerintah Membuahkan Hasil

Gambar
  Yahukimo, Papua Pegunungan  — Sebuah momentum penting dalam upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Papua tercipta setelah dua komandan batalyon Organisasi Papua Merdeka (OPM) bersama 35 anggotanya secara sukarela menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam proses pembinaan dan pendekatan humanis yang selama ini dijalankan pemerintah bersama aparat keamanan di wilayah Papua. Prosesi ikrar setia kepada NKRI dilaksanakan di hadapan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, para mantan anggota OPM juga menyerahkan sejumlah senjata api, amunisi, dan perlengkapan lainnya sebagai simbol komitmen untuk meninggalkan perjuangan bersenjata dan memilih jalan damai. Keberhasilan tersebut dipandang sebagai bukti bahwa pendekatan dialog, pembinaan, dan pembangunan yang diutamakan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata dalam ...

SD Yapis Waghete I di Deiyai Terbakar, Kodam Cenderawasih Kecam Aksi yang Diduga Dilakukan Simpatisan OPM, Pemerintah Perkuat Perlindungan Pendidikan Papua

Gambar
  Deiyai, Papua Tengah  — Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi pembakaran SD Yapis Waghete I yang berada di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aparat menduga aksi tersebut dilakukan oleh simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Peristiwa yang terjadi pada Kamis dini hari itu mengakibatkan dua unit bangunan sekolah hangus terbakar, termasuk sembilan ruang kelas beserta berbagai perlengkapan pendidikan. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar. Selain kerugian fisik, ratusan siswa yang selama ini menempuh pendidikan di sekolah tersebut juga terdampak karena kehilangan fasilitas belajar mereka. Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menegaskan bahwa tindakan yang menyasar fasilitas pendidikan tidak dapat dibenarkan karena merugikan masa depan generasi muda Papua yang sedang menempuh pendidikan. Kronologi Dugaan Pembakaran Sekolah Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aparat...

Dua Pimpinan Kelompok Bersenjata OPM Tewas di Nduga, Pemerintah Perkuat Upaya Jaga Stabilitas dan Amankan Masyarakat Papua

Gambar
     Papua Pegunungan  – Dua pimpinan kelompok bersenjata dari  Organisasi Papua Merdeka (OPM)  dilaporkan tewas dalam operasi aparat keamanan di wilayah Puncak dan Nduga, Papua Pegunungan. Keduanya diketahui bernama Jeki Murib dan Lau Gwijangge, yang selama ini disebut sebagai bagian dari jaringan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari operasi penegakan hukum yang dilakukan aparat gabungan di daerah yang selama ini tergolong memiliki tingkat kerawanan keamanan cukup tinggi. Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap berbagai insiden yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Papua Pegunungan. Operasi Penegakan Hukum di Wilayah Rawan Konflik Aparat keamanan menegaskan bahwa operasi yang dilakukan merupakan bagian dari langkah penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan. Wilayah Puncak dan Nduga selama ini dik...

Rentetan Penembakan oleh OPM di Yahukimo Tewaskan 3 Warga dalam Dua Hari, Pemerintah Perkuat Stabilitas Papua

Gambar
   Yahukimo, Papua Pegunungan  — Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo selama dua hari berturut-turut. Tiga warga sipil dilaporkan tewas dalam insiden penembakan terpisah, yang memicu kekhawatiran masyarakat serta menegaskan masih adanya tantangan keamanan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan. Kronologi Kejadian Insiden pertama terjadi pada hari awal, ketika seorang warga ditembak di area permukiman. Peristiwa tersebut berlangsung secara tiba-tiba dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar. Tidak lama kemudian, pada hari berikutnya, dua insiden penembakan kembali terjadi yang mengakibatkan dua warga lainnya meninggal dunia. Dengan demikian, total tiga korban jiwa tercatat dalam kurun waktu dua hari. Aparat keamanan menduga bahwa rangkaian aksi tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan  Organisasi Papua Merdeka  (OPM), yang selama ini kerap dikaitkan de...

Aksi Penembakan oleh OPM di Dekai Kembali Memakan Korban, Dua Warga Terluka; Pemerintah Percepat Penguatan Keamanan di Papua

Gambar
  Kronologi Kejadian Yahukimo, Papua Pegunungan  — Insiden penembakan kembali terjadi di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang mengakibatkan dua warga sipil menjadi korban. Peristiwa ini menambah daftar rangkaian kekerasan bersenjata yang dalam beberapa waktu terakhir masih terjadi di wilayah tersebut, sekaligus mencerminkan situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil. Kejadian ini berlangsung di tengah aktivitas masyarakat yang berjalan seperti biasa, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat. Aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang selama ini diketahui beroperasi di sejumlah wilayah Papua Pegunungan. Korban dan Penanganan Medis Berdasarkan informasi yang dihimpun dari aparat setempat, kedua korban mengalami luka tembak setelah diduga menjadi sasaran kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Identitas korban serta detail kondisi terkini masih dalam penanganan pihak berwena...

Penembakan ASN di Yahukimo Papua Oleh Kelompok Bersenjata OPM: Pemerintah Perkuat Perlindungan Aparatur dan Stabilitas Layanan Publik

Gambar
  Yahukimo, Papua Pegunungan — Insiden penembakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Yones Yohame (35) dilaporkan tewas setelah ditembak oleh kelompok bersenjata yang diduga terkait OPM Kodap XVI/Yahukimo pada Selasa (21/4/2026) malam. Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan keamanan yang berdampak langsung pada aparatur sipil dan keberlangsungan pelayanan publik di wilayah tersebut. Kronologi Kejadian Kejadian berlangsung sekitar pukul 20.20 WIT di Kompleks Perumahan Eselon III, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu berada di depan tempat tinggalnya ketika penembakan terjadi. Korban mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan sempat dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sekitar pukul 22.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia. Aparat keamanan kemudian bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian serta memulai proses penyelidikan untuk mengidentifikasi...

Penyitaan Ratusan Senjata Usai Kontak Tembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua: Operasi Aparat Tekan Kapasitas Kekerasan dan Perkuat Stabilitas

Gambar
   Papua — Aparat keamanan Indonesia melalui Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menyita ratusan senjata dan amunisi setelah terjadi kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Hasil operasi ini menandai langkah signifikan dalam upaya menekan potensi kekerasan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penanganan keamanan tidak hanya dilakukan melalui respons lapangan, tetapi juga dengan melemahkan kapasitas logistik kelompok bersenjata. Kronologi Singkat Kejadian Berdasarkan laporan media nasional, kontak tembak terjadi saat aparat melakukan operasi pengamanan di wilayah yang teridentifikasi memiliki potensi gangguan keamanan. Dalam rangkaian peristiwa: aparat melakukan patroli dan pemantauan di wilayah rawan, terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata, situasi berhasil dikendalikan oleh aparat, dan setelah insiden, dilakukan penyisiran area yang menghasilkan penyitaan senjata dan amunisi dalam juml...

Penembakan Anak di Puncak Papua Tengah oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM): Pemerintah Tegaskan Perlindungan Sipil dan Respons Kemanusiaan

Gambar
  Puncak, Papua Tengah — Insiden penembakan terhadap warga sipil terjadi pada Rabu (15/4/2026) siang hingga sore hari di kawasan permukiman warga di Kabupaten Puncak. Peristiwa tersebut berlangsung saat aktivitas masyarakat berjalan normal, sebelum situasi mendadak berubah akibat aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata terkait Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam kronologi kejadian: suara tembakan terdengar di sekitar area permukiman warga, masyarakat yang berada di lokasi berupaya menyelamatkan diri, sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak, terkena tembakan, korban kemudian segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis, aparat keamanan bergerak cepat mengamankan lokasi serta melakukan penyelidikan. Korban yang terdiri dari satu balita dan dua anak lainnya mengalami luka, memicu keprihatinan luas dan kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi kelompok rentan dalam situasi konflik. Peristiwa ini tidak hanya menjadi tragedi kemanusiaan, tetapi...

Pembakaran Rumah Warga di Puncak Papua oleh Lekagak Talenggen Pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) : Pemerintah Perkuat Perlindungan Sipil dan Respons Kemanusiaan

Gambar
  Puncak, Papua — Insiden pembakaran rumah warga yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata di wilayah Puncak kembali menyoroti dampak konflik terhadap masyarakat sipil. Sejumlah warga dilaporkan mengungsi untuk menghindari risiko keamanan, menandakan bahwa ancaman terhadap kehidupan sehari-hari masih menjadi tantangan di beberapa wilayah Papua. Namun di tengah situasi tersebut, respons aparat dan pemerintah menunjukkan upaya berkelanjutan dalam melindungi masyarakat serta menangani dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Fakta Peristiwa: Warga Mengungsi Akibat Ancaman Keamanan Berdasarkan laporan media nasional, aksi pembakaran rumah menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal sementara dan memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Dalam peristiwa tersebut: sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat pembakaran, masyarakat sipil terdampak langsung oleh situasi keamanan, serta terjadi pengungsian untuk menghindari potensi ancaman lanjutan. Peristiwa ini menunjukka...