Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yahukimo

Mahasiswa Papua Soroti Kekerasan TPNPB-OPM, Desak Kelompok Bersenjata Jauh dari Lingkungan Warga Sipil

Gambar
   JAYAPURA, Papua – Kritik terhadap keberadaan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di tengah masyarakat sipil kembali disuarakan kalangan mahasiswa Papua. Mereka menilai serangkaian aksi kekerasan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir justru semakin menjauhkan kelompok bersenjata tersebut dari kepentingan masyarakat yang selama ini mereka klaim perjuangkan. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih, Yuluku Wasiangge , mengatakan berbagai insiden kekerasan telah menimbulkan ketakutan dan penderitaan bagi masyarakat. Menurutnya, aksi yang mengakibatkan korban sipil menunjukkan adanya persoalan serius mengenai arah perjuangan yang diklaim oleh kelompok bersenjata tersebut. Penembakan di Sekitar Festival Lembah Baliem Disorot Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah penembakan terhadap warga sipil di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya , ketika Festival Budaya Lembah Baliem berlan...

Evakuasi Dramatis Korban di Yahukimo, Jenazah Alya Ditemukan di Dasar Jurang Setelah Diduga Menjadi Korban Penembakan Kelompok Bersenjata

Gambar
   Yahukimo, Papua Pegunungan  – Proses evakuasi korban kekerasan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berlangsung dramatis setelah tim gabungan menemukan jenazah seorang perempuan bernama  Teina Alya  di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter. Korban diduga menjadi korban penembakan sebelum jasadnya ditemukan di lokasi yang sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi memerlukan upaya khusus dari aparat gabungan. Tim evakuasi yang terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, serta unsur terkait harus menuruni tebing curam menggunakan peralatan penyelamatan untuk menjangkau lokasi jenazah. Medan pegunungan yang terjal serta kondisi cuaca menjadi tantangan utama selama proses evakuasi berlangsung. Evakuasi Dilakukan di Medan yang Sangat Sulit Menurut informasi dari aparat, jenazah korban berada di dasar jurang yang hanya dapat diakses menggunakan teknik vertical rescue. Tim penyelamat bekerja selama beberapa jam untuk memastikan proses evakuasi berlangsun...

TNI Berhasil Evakuasi Satu Lagi Korban Penembakan di Yahukimo, Pemerintah Tegaskan Negara Hadir Lindungi Warga Papua

Gambar
   Yahukimo, Papua Pegunungan  – Prajurit  Komando Operasi (Koops) TNI Habema  kembali berhasil mengevakuasi satu jenazah warga sipil yang menjadi korban penembakan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan di tengah medan pegunungan yang berat serta ancaman gangguan keamanan, menunjukkan komitmen aparat dalam memastikan setiap korban dapat dievakuasi secara layak dan diserahkan kepada keluarga. Proses evakuasi dilakukan setelah aparat melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Personel TNI harus bergerak melalui jalur pegunungan yang sulit dijangkau sambil tetap mengantisipasi potensi ancaman dari kelompok bersenjata yang masih berada di sekitar wilayah tersebut. Berkat koordinasi yang matang, operasi berhasil diselesaikan tanpa mengganggu keselamatan tim evakuasi. Misi Kemanusiaan Menjadi Prioritas Koops TNI Habema menegaskan bahwa misi utama operasi adalah menyelamatkan dan mengevakuasi korban agar dapat memperol...

TNI Diserang Saat Evakuasi Korban di Yahukimo, Pemerintah Tegaskan Perlindungan Warga Sipil dan Penegakan Hukum Tetap Jadi Prioritas

Gambar
  Yahukimo, Papua Pegunungan  – Proses evakuasi dua jenazah pasangan suami istri yang menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, diwarnai aksi penyerangan terhadap personel TNI oleh kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM). Meski sempat terjadi kontak tembak, tim evakuasi tetap melanjutkan misi hingga berhasil membawa kedua jenazah ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi. Insiden tersebut terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, pada Kamis (23/7). Menurut Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena medan pegunungan yang berat, kondisi cuaca, debit sungai, serta situasi keamanan yang masih berisiko. Saat tim bergerak menuju lokasi jenazah, personel mendeteksi keberadaan kelompok bersenjata sehingga terjadi kontak tembak di sekitar lokasi kejadian. Evakuasi Tetap Dilanjutkan Meski Terjadi Kontak Tembak Setelah situasi dinilai aman, personel Koops TN...

Brigpol Fredi Lukas Awes Gugur Saat Bertugas di Yahukimo, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Kelompok Bersenjata

Gambar
   Yahukimo, Papua Pegunungan  – Kepolisian Republik Indonesia terus mengusut kasus gugurnya Brigpol Fredi Lukas Awes, personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penyidik mendalami dugaan keterlibatan jaringan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut, namun menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut. Brigpol Fredi ditemukan pada Senin malam (20/7) sekitar pukul 23.30 WIT di kawasan Kompleks Jalan Pertanian Halabok Paradiso Belakang, Distrik Dekai. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk keperluan pemeriksaan medis dan identifikasi lebih lanjut. Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Kelompok Bersenjata Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan unsur Brimob Polda Papua...

Koops TNI Habema Amankan Tiga Kampung di Yahukimo Pasca Gangguan OPM, Pemerintah Perkuat Perlindungan Warga dan Stabilitas Papua

Gambar
  Yahukimo, Papua Pegunungan  — Komando Operasi TNI (Koops TNI) Habema melaksanakan operasi pengamanan di tiga kampung di Distrik Manggelum, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, setelah wilayah tersebut mengalami gangguan keamanan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Kopi Tua Heluka dan Dejang Heluka. Operasi yang dilakukan pada awal Juni 2026 tersebut bertujuan untuk memulihkan keamanan, melindungi masyarakat, serta memastikan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan mempercepat pembangunan di wilayah Papua Pegunungan. Menurut Koops TNI Habema, gangguan yang terjadi sebelumnya telah menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat dan menyebabkan sejumlah warga memilih mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman. Karena itu, aparat bergerak untuk memastikan kondisi keamanan kembali terkendali dan masyarakat dapat kembali ke kampung halamannya....